8 Mar 2011 | By: lilie

Sumpah Pocong Buat Para Koruptor Anggota DPR dan Pejabat Negara..??

Rasanya bosen tiap hari baca koran, nonton berita televisi, yang ada cuma banyak aktor dan dalang tikus kantor yang suka gerogoti dan ngeributin duit dengan lagak dan gaya sebagai pahlawan orang banyak
banyak muka muka sok tulus kalo di depan TV seolah olah cuma dia yang ngebelain rakyat.

Apa pernah denger kita anggota DPR pejabat negara dan sejenisnya jualan nasi goreng di pinggir jalan sebagai usaha sampingan yang halal..?? padahal dulu beliau malah " pengacara " alias pengannguran banyak acara.

Atau Adakah pejabat negara yang ikut nongkrong minum kopi bareng rakyatnya dipinggir jalan..??
Gak akan ada..kenapa karena bukan ladang subur buat korupsi .!! toh seandainya liat orang pinnggiran
di BONGKAR paling tutup mata, liat kemungkinan politik kalo menguntungkan baru bersuara jadi pahlawan..!!

Mungkin Sumpah pocong bisa dijadikan sumah alternatip sebagai sumpah pejabat negara sebelum menjabat
ketimbang sumpah standar..yang pernah memjadikan mereka baik dalam tugas.

Sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dalam keadaan terbalut kain kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal (pocong).
Sumpah ini dilakukan dengan cara tidur dan di lilit oleh kain kafan. Layaknya orang yang sudah meninggal.
Sumpah pocong biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan dilengkapi dengan saksi dan dilakukan di rumah ibadah (mesjid).

Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan mengenakan kain kafan seperti ini. Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih menerapkan norma-norma adat. Dalam islam sendiri tidak ada kata-kata membolehkan atau tidak, jadi sifatnya tidak mengikat.

Yang pasti, Sumpah pocong tidak dikenal dalam sistem hukum Indonesia, sumpah ini hanya ada dikalangan agama Islam saja. Tetapi bukan berarti hukum ini mendapat perlawanan dari pemerintah, sama sekali tidak. Hal ini terbukti sudah sangat banyak pelaksanaan sumpah pocong yang bahkan disaksikan oleh jajaran muspida, terutama didaerah-daerah yang sering merebak isu adanya dukun santet. Sumpah ini dianggap efektif karena secara psikologis, dalam sumpah ini ada satu BEBAN akan adanya efek bagi si pengucap sumpah apabila mengucap dusta.

Mengenai apa efek atas kebohongan yang diucapkan oleh si pelaku sumpah sangat beragam, tergantung dari ikrar yang “berani” diucapkan oleh si pelaku sumpah dan di”amin-i” oleh saksi-saksi.

BAGAIMANA ISLAM MENILAI SUMPAH POCONG ?
Dalam Islam Pelaksanaan SUMPAH POCONG dibolehkan selama BERSUMPAHnya atas nama ALLAH si Tuhan Islam. Inilah hadisnya :

“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka ia telah kufur atau syirik.” (HR Tirmidzi dari Umar ibnu Khattab).
“Barangsiapa yang bersumpah demi selain Allah, maka ia telah berbuat syirik.” (Dikeluarkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih, dari Umar bin Al-Khattab)

Dan bahkan si Haji Muhammad SAW juga pernah melakukan sumpah seperti ini sekalipun dalam pelaksanaannya Nabi Muhammad tidak dikenakan kain kafan [pocong]. Nama kerennya disebut MUHABALLAH.

Berikut ayat tentang Muhaballah : “Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu , maka katakanlah : “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (Q.S.Ali Imran : 61)

BAGAIMANA PELAKSANAAN SUMPAH POCONG ?

Dilihat dari kasus-kasus yang pernah ada. Adanya kasus / masalah yang diragukan kebenarannya.
- Adanya kasus / masalah Bid’ah/Fitnah yang ditimpakan kepada seseorang
- Adanya kasus sengketa
- Dan kasus-kasus lain yang dianggap oleh IMAM setempat layak diadakan sumpah pocong

PELAKU SUMPAH

Adalah orang/pihak yang merasa difitnah dan atau ingin menyampaikan kebenaran yang dia sungguh-sungguh yakini benar tetapi sulit diterima oleh kelompok masyarakat sekitar. Maka dengan adanya sumpah pocong ini dianggap sebagai satu PUNCAK PERNYATAAN atas kebenaran yang ingin disampaikan.

SAKSI PELAKSANAAN SUMPAH
- Keluarga Pelaku Sumpah
- Saksi atas kebenaran yang ingin disampaikan dalam materi sumpah
- Imam Agama / Ulama
- Tokoh Masyarakat yang ditunjuk
- Wakil pemerintah yang ditunjuk

TEMPAT PELAKSANAAN SUMPAH
Rumah ibadah, karena ini adalah perilaku kaum islam jadi so pasti pelaksanaannya di Masjid. Kenapa dipilih rumah ibadah? Karena Masjid diyakini sebagai RUMAH TUHAN Maka jika ada dusta yang diikrarkan ditempat ini, maka laknat dan azab akan ditimpakan kepada si pendusta.

TATA CARA SUMPAH POCONG
  • Si pelaku sumpah dimandikan/disucikan sebagaimana memandikan/mensucikan mayat. Dimandikan oleh keluarga dekat [muhrim] disaksikan oleh saksi-saksi yang ditunjuk [Sesama Jenis].
  • Si pelaku didandani selayaknya mayat dalam tata cara pemakaman Islam [dipocong]
  • Si pelaku mengucap syahadat sebagai bentuk pengakuan bahwa memang yang dia imani hanya ALLAH si Tuhan Islam dan Nabi si Haji Muhammad SAW.
  • Pembacaan surat Yasin dan doa-doa/ tahlil tahmid selayaknya diberikan kepada yang sudah mati.
  • Si pelaku mengucapkan sumpah / ijab atas HAL APA yang dia KUKUHKAN atau dia SANGKAL.
  • Contoh : Bismillahirochmannirochim…Dengan nama Allah SWT yang maha melihat atas semua yang saya lakukan maka Saya Aisah binti Muhammad dengan sadar menyatakan bahwa tuduhan yang ditimpakan atas saya adalah fitnah dan apabila ada dusta atas sumpah saya, saya siap menerima azab dan laknat dari Allah berupa : A – Z [tergantung keberanian si pelaku sumpah dan atau sudah ditetapkan oleh si saksi-saksi…dan seringkali efek yang disebutkan diantaranya adalah : 7 Keturunan tidak akan selamat , sanggup mati saat pengambilan sumpah, sanggup mendapat sakit tak terobati setelah mengucap sumpah, dll
  • Para saksi dan hadirin berdoa bersama, diantaranya adalah permohonan ampun kepada Allah SWT tentang segala kekhilafan yang dilakukan oleh semua yang ada.
  • Si pelaku sumpah, dibuka pocongnya
  • Bersalam-salaman antara si pelaku sumpah, saksi-saksi dan pihak-pihak yang berseberangan dengan si pelaku sumpah
  • Makan – makan.
HASIL SUMPAH POCONG

Menunggu azab ALLAH / karma yang diberikan Allah kadang melalui mimpi dan atau kutukan secara langsung misalnya si pelaku sumpah benar-benar sakit dll…. Dan ini masih sangat kurang jelas karena tidak definitif antara AZAB ALLAH dan HUKUMAN MASYARAKAT sekitar untuk si pelaku sumpah.

Bagi umat Islam, sumpah pocong perlu dipertahankan karena masih relevan dengan pengetahuan dan keyakinan masyarakat dan mampu mencegah tindakan main hakim sendiri dalam menuntaskan perselisihan. Kalaupun cara ini tampak berkesan primitif, sebenarnya tak lebih disebabkan perbedaan paradigma dan ukuran yang digunakan untuk menilai.

Kalau diperhatikan secara cermat, psikologi masyarakat yang mengamalkannya percaya bahwa konsekuensi bagi mereka yang berbohong akan dihukum oleh Tuhan adalah semacam penjara batin yang sangat dahsyat.
Bagi Umat Islam, gagasan untuk melakukan sumpah adalah salah satu upaya mencari kebenaran dari sesuatu yang dipersengketakan. Kenyataannya, ada salah satu pelaku meninggal tak lama setelah bersumpah, sehingga serta-merta diketahui siapa yang berbohong, meskipun ini juga tidak dijadikan penanda karena kematian merupakan otoritas Tuhan.

Persoalan yang seringkali terdengar di masyarakat awam, seperti tuduhan santet, hutang-piutang, dan perselingkuhan kadang berujung kebuntuan, sehingga ada sebagian mereka yang menuntut pelaksanaan sumpah pocong.

Apakah Memang Benar Ada Karma Bila Sumpah Tersebut Dilanggar…?

Biasanya, bersumpah demi Allah SWT… itu juga ada sanksi nya juga.
Setiap orang bersumpah, kira kira akan mengucapkan demikian “Jika dia bener-2 begini, maka akan terjadi XXXX. Jika dia tidak begini, maka akan terjadi XXXXX”
Sanksi-sanksi tersebut (XXXX), pada hakekatnya adalah do’a permohonan kepada Allah SWT. Kalau Allah SWT mengabulkan doa tersebut sesuai dgn harapan pada ‘point-point’ yang disumpahkan, maka terjadilah apa yang menjadi kehendak NYA. Tetapi, kalau nggak dikabulkan, ya tetep saja nggak terjadi kalau Allah tidak menghendaki NYA.

Catatan :
Jadi jika seseorang, temen atau pacar atau siap saja berbicara diakhir katanya ada kata katanya sumpah demi Allah..dan seterusnya biasanya  100% orang itu berbohong alias tukang kibul.